Cara Menyikat Gigi Yang Benar Yang Mungkin Anda Belum Ketahui

Walaupun pada saat saya menerbitkan artikel ini, saya tidak mengalami masalah gigi tapi waktu dulu gara-gara tidak tahu cara menyikat gigi yang benar akhirnya gusi saya terkelupas. Hal ini tidak saya sadari sampai gigi saya merasa linu ketika gosok gigi. Awalnya saya menyikat gigi untuk gigi depan dari kanan ke kiri, lalu kiri ke kanan (horizontal). Apakah anda melakukan sama seperti yang saya lakukan?

Waktu itu saya lihat iklan pasta gigi alias odol di TV, memberitahu cara menyikat gigi yang benar adalah secara vertikal, bukan horizontal. Lalu setelah itu saya mengganti cara saya menggosok gigi. 

Bertahun-tahun saya memakai cara itu, pada suatu ketika gigi saya linu ketika gosok gigi. Kalau dipikir-pikir setelah saya sikat gigi, saya tidak akan apa-apa lagi selain minum air mineral. Kok bisa ya gigi saya bolong? Bolongnya disekitar gusi.

Waktu itu ke dokter gigi dan dokter itu menambal gigi saya. Saya harus kembali beberapa kali agar tambalannya sempurna. Di sana saya sempat ngobrol kepada beberapa pasien. Terus terang saya bersyukur punya kebiasaan menggosok gigi sebelum tidur karena mendengar cerita mereka tidak bisa makan dengan nyaman dan tidur karena lalai menggosok gigi, sungguh menderita.

Nah beberapa tahun kemudian, timbullah rasa linu di gigi dan gigi yang linu itu berada di dekat gusi. Saya tidak habis pikir kok bisa kejadiannya seperti beberapa tahun lalu. Setelah ke dokter gigi kembali, dokter yang ini memberitahukan bahwa gusi saya terkikis.

Kesalahan saya terletak pada beberapa poin berikut ini:

1. Jenis Sikat Gigi

Saya dulu cuma asal memilih sikat gigi. Dokter gigi menyarankan lebih baik anda menggunakan sikat gigi yang berjenis “soft” atau lembut dibandingkan dengan sikat gigi yang “medium“.

tipe sikat gigi

2. Menggosok gigi

Waktu dulu saya menggosok gigi agar keras. Cara menyikat gigi yang benar adalah harus selembut dan sehalus mungkin.

3. Arah menggosok gigi

Menyikat gigi memang bisa dilakukan secara vertikal tapi yang jadi kesalahan saya adalah saya menggosoknya dari atas ke bawah, bawah ke atas. Seharusnya atas ke bawah, atas ke bawah.

16 Opini Tentang Menggosok Gigi

Berikut ini ada 16 opini, aktivitas, dan cara menggosok gigi/menjaga kesehatan mulut yang dipercaya berdampak (baik atau buruk) terhadap kondisi gigi dan mulut. Sebagian terbukti sebagai fakta yang boleh diikuti, sebagian lagi ternyata cuma mitos yang mestinya tidak diikuti. Untuk itu kami meminta bantuan drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS untuk melakukan konfirmasi.

  1. Frekuensi menyikat gigi yang ideal adalah dua kali sehari. Lebih dari itu tidak efektif.

    Konfirmasi: “Sebetulnya bukan frekuensi, tetapi yang lebih penting adalah waktu menyikat, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Kalau mau ditambah, idealnya sehabis makan, khususnya makan makanan yang manis dan lengket.

  2.  

  3. Menyikat gigi secara berlebihan justru merusak gigi. Dua menit adalah waktu ideal. Menyikat gigi lebih dari dua menit dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mulut.

    Konfirmasi: “Yang terbaik adalah menyikat gigi dengan teliti. Cukup dengan tekanan yang ringan, seluruh permukaan disikat, dan tidak terburu-buru. Durasinya kurang lebih dua menit.

  4.  

  5. Menggosok gigi sehabis bangun tidur tidak memberi efek apa-apa, kecuali rasa segar di mulut.

    Konfirmasi: “Lepas dari rasa segar yang muncul setelah gosok gigi, tujuan menyikat adalah membantu menghilangkan plak atau koloni kuman-kuman yang menjadi penyebab gigi berlubang atau gusi berdarah. Jika ditambah pasta gigi ber-fluor, juga membantu menguatkan email sehingga tak mudah rusak. Tapi, sekali lagi, ketepatan waktu dalam menyikat gigi memang penting, seperti jawaban poin 1.

  6.  

  7. Daerah permukaan gigi depan dan samping, gigi geraham, dan permukaan kontak gigi (permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah) merupakan daerah yang lebih penting ketimbang bagian gigi-gigi lainnya.

    Konfirmasi: “Semua permukaan gigi sama penting, termasuk daerah antara dua gigi, tepi gigi yang berbatasan dengan gusi, serta lidah.

  8.  

  9. Menyikat gigi hanya membersihkan 35% bagian mulut.

    Konfirmasi: “Persentase maupun efektivitas dalam menggosok gigi sangat tergantung pada ketelitian dalam menyikat, terutama antargigi-gigi yang sulit dijangkau.

  10.  

  11. Gerakan menyikat gigi yang benar adalah maju mundur untuk gigi geraham, atas bawah untuk gigi depan dan samping. Jika sulit menyikat dari atas ke  bawah, ganti dengan gerakan memutar.

    Konfirmasi: “Gerakan memutar dikombinasikan dengan horizontal cukup efektif. Yang penting menjangkau seluruh permukaan gigi.

  12.  

  13. Gigi para perokok berat biasanya berwarna agak kuning atau cokelat. Selain menyikat gigi, warna yang tak diinginkan itu bisa dihilangkan jika kita rajin minum teh murbei ((daun murbei yang sudah dikeringkan).

    Konfirmasi: “Belum ada bukti secara ilmiah. Stain yang berasal dari luar hanya efektif dikurangi dengan pembersihan karang gigi dan polishing yang dilakukan secara profesional di tempat praktik dokter gigi.

  14.  

  15. Siwak minus pasta gigi masih manjur digunakan sebagai pembersih gigi. Jadi enggak perlu beli sikat gigi.

    Konfirmasi: “Batang siwak yang digunakan secara tardisional di Timur Tengah memang dapat membantu membersihkan gigi karena seratnya, tetapi ia tidak bisa efektif membersihkan seluruh permukaan gigi seperti permukaan gigi bagian dalam dan sela-sela gigi yang sangat sempit.

  16.  

  17. Hati-hati, terlalu sering menggunakan benang gigi (dental floss) bisa membuat gigi renggang dan merusak jaringan gusi.

    Konfirmasi: “Dental floss tidak akan membuat gigi renggang. Benang gigi itu justru efektif untuk membersihkan plak di sela-sela gigi yang tak dapat dijangkau oleh bulu sikat.

  18.  

  19. Cara menyikat gigi yang benar: 
    a) Posisi kepala sikat gigi membentuk sudut 45o di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
    b) Gerakan lembut dan memutar.
    c) Gosok permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45o berlawanan dengan garis gusi.
    d) Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak bengkok.
    e) Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan ke bawah melewati garis gusi

    Konfirmasi: “Caranya sudah oke. Tinggal perhatikan celah di antara dua gigi, daerah gigi yang berbatasan dengan gusi, dan permukaan kunyah gigi. Jangan lupakan gigi-gigi belakang dan bagian dalam gigi-gigi yang menghadap belakang.

  20.  

  21. Bulu sikat gigi yang terlalu kasar akan menggerus gigi. Pemakaian jangka panjang bahkan dapat mengikis email gigi.

    Konfirmasi: “Gunakan sikat gigi berbulu lembut karena bulu yang keras memang bisa menyebabkan gerusan pada leher gigi. Pilih juga sikat gigi sesuai ukuran, apakah untuk anak-anak atau orang dewasa.”

  22.  

  23. Siapa bilang kebiasaan menggosok gigi berpengaruh terhadap organ tubuh yang lain, apalagi dikaitkan dengan penyakit jantung. Gigi ya gigi, jantung ya jantung. Enggak ada hubungannya.

    Konfirmasi: “Ada lo, korelasi antara penyakit-penyakit gigi dan mulut terutama dengan antara periodontitis yang kronis dengan terjadinya penyakit jantung (Endocarditis bacterialis). Infeksi-infeksi pada gigi dan gusi merupakan infeksi yang meningkatkan risiko terjadinya kelainan sistemik pada organ-organ lain pada tubuh kita.

  24.  

  25. Menggosokkan lemon ke gigi akan membuat gigi lebih putih tapi bisa merusak email.

    Konfirmasi: “Belum terbukti secara ilmiah. Jika ingin punya gigi putih, yang paling baik rajin menyikat gigi dengan pasta gigi ber-fluor. Saat ini hampir semua pasta gigi yang dipasarkan sudah mengandung fluor.

  26.  

  27. Menggosokkan batu es di tangan orang yang sedang sakit gigi dapat mengurangi rasa sakit hingga 50%. Bungkus es batu dan gosokkan pada bagian tangan antara jempol dan telunjuk. Sensasinya melewati jalur yang sama dengan rasa sakit ke otak.

    Konfirmasi: “Belum terbukti. Yang jelas, perubahan suhu yang drastis – terlalu dingin atau panas – dapat merangsang rasa nyeri pada kasus lubang gigi yang tebal, menyerang saraf gigi dan atau abses gigi.

  28.  

  29. Jangan menyikat gigi sehabis minum cola dan jus. Kandungan asam yang tinggi di dua minuman itu bisa memicu kerusakan email gigi.

    Konfirmasi: “Fluor dalam pasta gigi dapat menyebabkan terjadinya remineralisasi (masuknya kembali mineral ke dalam gigi) dan bersama-sama membantu menetralisir keasaman dalam mulut. Fluoride juga memperkuat lapisan email.

  30.  

  31. Di kamar mandi, simpan sikat gigi dalam lemari tertutup. Penggunaannya pun harus hati-hati karena ada 3,2 juta mikroba dalam 6,5 cm2 di WC. Jangan sampai sikat gigi kecipratan bakteri.

    Konfirmasi: “Di mana pun, sikat gigi harus selalu dicuci bersih dan disimpan dalam keadaan kering, tertutup, dan terjaga dari kontaminasi.”

Di bawah ini anda bisa melihat video peragaan menyikat gigi dari seorang dokter gigi.

Jadi mudah-mudahan tips di atas bisa membantu anda dalam menyikat gigi.

Sourceintisari-online.com/read/revisi-cara-anda-gosok-gigi

2 thoughts on “Cara Menyikat Gigi Yang Benar Yang Mungkin Anda Belum Ketahui

    • Saya bukan dokter… tapi saya pernah tanya… kalau pun vertikal, gosok dengan secara satu arah… dari atas ke bawah terus sikat kedua, dari atas ke bawah

      Hal ini d lakukan agar gusi tidak terkikis..

      Kl gerakan memutar juga bagus yang penting sikat giginya jenis soft.

      Gosok dengan lembut jgn keras keras..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s