Inilah Proses Pembuatan Beton Ringan Dengan Cara Kimiawi

Inilah Proses Pembuatan Beton Ringan Dengan Cara Kimiawi

Sudah baca tentang bagaimana mencicil rumah sebelum 30 tahun? Nah kali ini saya ingin menulis tentang bahan baku. Beton sendiri sudah menjadi bahan konstruksi yang banyak digunakan tapi bagaimana ya proses pembuatan beton ringan tapi kuat? Berikut ulasannya.

Dalam dunia konstruksi pembangunan bangunan, terdapat banyak jenis bahan yang digunakan untuk membuat sebuah bangunan. Keberagaman bahan tersebut dikarenakan masing-masing bahan memiliki fungsi dan daya tekan yang berbeda-beda serta dengan harga yang berbeda pula.

Salah satu bahan bangunan yang banyak digunakan untuk konstruksi bangunan non perumahan adalah beton. Beton merupakan bahan bangunan yang relatif lebih ekonomis tetapi daya tekannya lebih besar dibandingkan dengan bahan bangunan lain.

Salah satu macam dari beton adalah beton ringan yang memiliki berat lebih ringan dan lebih mudah diatur dibandingkan dengan beton biasa.

Cara membuat beton ringan

Kelebihan dari beton ringan ini adalah bloknya mudah dibentuk dan disesuaikan dengan dekorasi bangunan. Karena mudah dibentuk maka bisa menghemat pengeluaran bahan bangunan lainnya seperti tidak ada sisa beton yang dipotong, mengurangi biaya pembuatan pondasi, mengurangi biaya struktur besi, dan lain sebagainya.

Proses pembuatan beton ringan ada 3 cara yaitu:

  1. Memberikan agregat atau campuran isian beton ringan, yang bisa berupa batu apung, sterofoam, batu alwa, atau abu terbang yang dijadikan batu.
  2. Menghilangkan agregat halusnya misalnya dengan menyaring dan membersihkan abu terbangnya.
  3. Meniupkan dengan tujuan mengisi udara di dalam beton.

Cara membuat beton ringan no. 3 di atas dibagi lagi menjadi cara kimiawi dan mekanis, namun kini cara membuat beton ringan dengan cara kimiawi lebih banyak digunakan.

Beton ringan atau Autoclaved Aerated Concrete ini dibuat dulu adonannya dengan bahan-bahan yang terdiri dari pasir kuarsa, semen, kapur, gypsum, aluminium pasta (zat pengembang).

Untuk memproduksi 1 meter kubik beton ringan hanya dibutuhkan bahan sebanyak ± 0,5 – 0,6 meter kubik saja, campuran ini nantinya akan mengembang sendiri. Secara rinci, berikut adalah komposisi untuk membuat beton ringan:

  1. 60% pasir kuarsa.
  2. Perekat yang terdiri dari semen dan kapur sebanyak 30%.
  3. Sedangkan sisanya yaitu 10% terdiri dari gypsum dan aluminium pasta.
  4. Semen tipe 1 yang biasa digunakan untuk membuat konstruksi bangunan

Proses pembuatan beton ringan sepenuhnya dikerjakan oleh mesin, di mana dalam satu hari bisa dihasilkan beton ringan sebanyak 300-400 m3.

Mesin yang digunakan untuk membuat beton ringan terdiri dari mesin penggiling, mesin mixxing, mesin cutting, autoclaved chamber di mana pada awal proses pembuatan beton, masing-masing bahan diletakkan dalam tangki yang berbeda.

Untuk bahan yang masih terlalu kasar seperti pasir kuarsa, sebelum masuk tangki dimasukkan dulu ke mesin penggiling untuk menghancurkan butiran yang masih terlalu besar.

Adonan beton ringan yang sudah tercampur kemudian dimasukkan ke dalam cetakan berukuran 4,20 x 1,20 x 0,60 m yang hanya diisi setengah bagiannya saja.

Kemudian adonan ditunggu selama kurang lebih 3-4 jam sampai adonan mengembang dengan sempurna. Pada proses menunggu adonan inilah terjadi proses kimia di mana bahan-bahan adonan saling bereaksi dan terbentuk gas hydrogen yang menyebabkan volume adonan menjadi 2 kali lipat lebih banyak. Tapi apakah kamu pernah memakai pengeras beton? Dengan cairan kimia ini, kamu akan mendapatkan beton yang lebih keras dan kuat.

Pada akhir proses pengembangan ini kemudian hydrogen akan dilepaskan ke atmosfer dan langsung digantikan dengan udara yang menyebabkan berat beton menjadi ringan.

Proses pembuatan beton ringan yang terakhir adalah memasukkan beton ringan yang sudah mengembang dan dipotong untuk mendapatkan ukuran yang presisi ke dalam autoclaved chamber.

Proses pembakaran beton ringan selama 12 jam ini terjadi reaksi kimia juga di mana pasir kwarsa bereaksi dengan kalsium hidroksida menjadi kalsium hidrat silika. Autoclaved chamber ini memberi tekanan pada beton ringan sebesar 11 bar atau setara dengan 264 psi ( = 1,82 Mpa)  dan dengan suhu setinggi 374 oF.

Warna beton ringan yang sudah jadi berwarna putih karena pada autoclaved chamber terbentuk kalsium silikat. Semua reaksi kimiawi pada beton ringan dituntaskan di dalam autoclaved chamber agar ketika dipasang pada bagunan tidak terjadi reaksi lagi yang dapat membahayakan konstruksi bangunan.

Setelah keluar dari autoclaved chamber, beton ringan siap untuk dipasarkan dan digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan yang kokoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s