Cara Pintar Agar 90% Pengetahuan Yang Telah Kamu Pelajari Agar Tidak Hilang Begitu Saja

membaca-buku

Bayangkan kamu punya sebuah ember yang berisi air. Ketika kamu berusaha untuk mengisi ember tersebut, 90% dari air tersebut akan keluar dari ember. Berapa kali ketika kamu tetap mengisi ember tersebut?

Jawaban sederhana, hanya sekali.

Ketika pertama kali, rata-rata setiap orang ketika melihat sebuah lubang besar di ember tersebut, mereka akan melakukan sesuatu sekali.

Entah mereka memperbaiki ember tesebut atau mengambil ember baru, bukankah begitu?

Kebanyakan dari kita membuang 90% waktu kita karena kita tidak mengerti konsep yang sederhana yang disebut Learning Pyramid. Learning Pyramid ditemukan pada tahun 1960an oleh Institusi BTL di Bethel. Jika kamu melihat piramidnya, kamu akan melihat sesuatu yang benar-benar aneh.

Hal yang aneh itu adalah kamu sebenarnya membuang-buang waktu. Kamu melakukan apapun untuk berpura-pura belajar.

Inilah beberapa kesimpulan yang didapatkan. Kita akan menyerap

  • 90% dari apa yang kita pelajari ketika kita mengajarkannya pada orang lain atau melakukannya langsung sesegera mungkin.
  • 75% dari apa yang kita pelajari ketika kita ketika berlatih melakukan apa yang kita pelajari.
  • 50% dari apa yang kita pelajari ketika kita ketika ikut dalam sebuah diskusi.
  • 30% dari apa yang kita pelajari ketika kita hanya melihat sebuah peragaan.
  • 20% dari apa yang kita pelajari ketika kita bila mendapatkannya dari audio-visual.
  • 10% dari apa yang kita pelajari ketika kita dari membaca.
  • 5% dari apa yang kita pelajari ketika kita mengikuti sesi ceramah atau kuliah.

Jadi mengapa kamu dapat menyerap 90% apa yang kamu pelajari ketika kamu mengajarkannya kepada seseorang atau ketika kamu langsung mengimplementasikan sesegera mungkin?

Ada sebuah alasan yang bagus. Ketika kamu mengerjakan sesuatu yang baru atau mengimplementasikannya, kamu akan langsung berbuat kesalahan. Coba saja.

Agar lebih mengerti, coba simak contoh di bawah ini.

  1. Ketika kamu belajar sesuatu yang baru, entah dari buku, menonton video, atau mendengarkan sebuah suara, kamu akan melewatkan sedikitnya dua sampai tiga konsep dalam beberapa menit awal. Ketika kamu membaca atau mendengarkannya berulang kali, kamu akan menemukan banyak hal yang kamu lewatkan.
  2. Teori dan praktek itu berbeda. Ketika kamu mencoba pertama kali, pasti banyak hal yang kamu lakukan dengan salah.

Jadi apa yang harus dilakukan agar bisa mendapatkan 90% ilmu yang baru dipelajari.

Buatlah mindmap, bicaralah pada pasangan anda atau siapa saja tentang konsep yang baru kamu pelajari. Tuliskan dalam sebuah artikel, rekam suara anda dan buat menjadi audio.

Apa itu mind map lalu bagaimana membuat mind map?

otak kiri dan otak kanan

Otak kita tidak didesain untuk menghafal catatan linear alias runtut ke bawah. Cmencatat dengan metode mindmapping akan membuat otak kanan dan kiri bekerjasama.

Mindmapping adalah sebuah cara baru untuk mencatat ide maupun gagasan pikiran. Metode ini dipopulerkan oleh Tony Buzan, seorang penulis dan bintang televisi terkenal dari Inggris.

Sistem ini jauh lebih efektif dari sistem mencatat linear yang selama ini kita lakukan sejak masih di bangku sekolah dasar.

Mencatat materi runtut ke bawah menggunakan urutan nomor dan angka ternyata tidak sesuai dengan cara bekerja otak kita.

Mencatat secara linear berarti menggunakan cara kerja otak kiri, sedangkan mencatat dengan sistem mindmapping adalah cara bekerja otak kanan yang melibatkan kreativitas, imajinasi, visualisasi dan berhubungan langsung dengan otak bawah sadar sehingga mudah untuk diingat.

Karena cara kerjanya yang sesuai dengan cara kerja otak manusia, mencatat dengan mindmapping membuat Anda mengingat materi lebih lama karena kamu tahu gambaran besarnya.

Mindmapping memudahkan kamu untuk memahami konsep. Meninggalkan cara lama dalam mencatat dan sedikit demi sedikit beralih ke mindmapping akan sangat mempersingkat waktu belajar Anda.

Dengan begitu, Anda akan memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat, bermain, chatting, dan melakukan aktivitas lain. Menyenangkan bukan?

Manfaat singkat kenapa harus memakai mindmapping adalah

  • Meningkatkan kemampuan kita untuk mengingat sesuatu lebih utuh dan detail
  • Meningkatkan kemampuan manajemen informasi, konsentrasi, imajinasi dan memori
  • Menjadikan kegiatan belajar lebih menyenangkan dan sangat menghemat waktu
  • Membuat materi yang sulit lebih mudah untuk dipahami dan dikuasai

Lalu bagaimana cara buatnya? Gampang, ikuti proses berikut ini

1. Temukan Poin Penting di Tiap Bab dan Sub Bab

contoh-mind-map

Sebelum mulai membuat Mind Map, temukan poin penting di setiap bab dan sub bab pada buku yang kamu baca.

Catat poin penting tersebut dalam skertas kecil. kamu boleh mencatatnya dengan linear.

Misalkan, dalam buku yang kamu baca terdapat 5 bab. Masing-masing bab terdiri dari 3 sub bab. Maka kamu harus temukan poin penting dari 15 total sub bab.

Sebagai contoh, Sebuah buku tentang meniti karir memiliki 5 Bab yaitu

  1. Menemukan Passion
  2. Menemukan Bakat
  3. Sukses dalam Interview
  4. Memberikan Hasil Terbaik
  5. Menjadi Leader yang Baik

Dalam Bab “Menemukan Passion” kamu mendapati ada 3 Sub Judul yaitu

  • Ingat Mimpi Besar Anda
  • Pertanyaan tentang Passion
  • Mencintai Passion

Dalam Sub Bab “Ingat Mimpi Besar Anda”, ternyata ada beberapa poin penting yang bisa kamu temukan.

Dari sekian halaman yang membahas sub bab ini, kamu menemukan 3 poin penting tentang mimpi besar Anda yaitu :

  • Visi Anda
  • Visi Orang Tua
  • Pencapaian Terbesar dalam Hidup Anda

Hal yang serupa juga kamu lakukan untuk setiap bab dan sub bab berikutnya. Catatlah hanya poin penting dan yang Anda butuhkan.

2. Pastikan Peralatan Sudah Lengkap

spidol

Jangan biarkan peralatan yang tidak lengkap di meja kerja kamu membuat kamu menunda. Sebelum memulai membuat mind map, pastikan semua perlatan sudah tersedia di meja kamu.

Jangan sampai ketika sedang asik dan hanyut dalam membuat mind map, kamu terpaksa berhenti di tengah jalan karena warna spidol tak mencukupi.

Peralatan yang dibutuhkan dalam membuat mindmap adalah kertas gambar persegi panjang, spidol berwarna atau pensil warna, dan tentunya buku yang akan kamu buat mind mapnya.

3. Tuliskan Kalimat Utama (Tema Besar) di Tengah Kertas

Tulsikan satu tema besar pada bagian tengah kertas kamu. Ini akan menjadi tema besar mind map kamu. kamu bisa menuliskannya dengan huruf besar dan warna mencolok, atau bisa juga kamu berikan bentuk atau gambar khusus agar lebih menarik perhatian.

Jika kamu bukan tipe orang yang bisa menggambar, cukuplah hanya dengan menuliskannya dan buat lingkaran atau bentuk lain untuk melingkarinya.

4. Buat Cabang Untuk Tiap Judul

Kebanyakan eror dalam membuat mindmap adalah tidak cukupnya ruang menuliskan semua poin penting dalam satu kertas. Untuk menyiasatinya, kita bisa membuat cabang untuk tiap judul terlebih dahulu.

Kamu ini untuk memastikan ada ruang yang cukup untuk menuangkan gagasan dalam bentuk mind map.

Jika tidak dibuat demikian, kebanyakan orang akan menyelesaikan satu judul terlebih dahulu, baru pindah ke judul yang lain. Terkadang judul-judul yang terakhir tidak akan mendapat ruang yang cukup.

5. Buat Cabang Sub Judul pada Setiap Judul

Setelah membuat cabang pada untuk setiap judul, buatlah cabang pada setiap judul untuk menuliskan sub judul. Lakukan ini pada setiap judul sampai selesai

6. Gunakan Warna Berbeda untuk Tiap Judul

Agar memudahkan otak kita memahami mindmap dengan cepat, berilah warna yang sama pada masing-masing judul dan sub judul.

Misalkan pada judul menemukan passion, maka berikan warna yang sama untuk judul Menemukan Passion dengan sub judulnya yaitu Ingat Mimpi Besar, Pertanyaan tentang Passion dan Mencintai Passion.

Begitu juga dengan judul lainnya. Sehingga 1 judul hanya menggunakan 1 warna.

7. Gunakan Satu Kata/Frase

Setiap judul dan sub judul pada mindmap haruslah dituliskan dalam 1 kata atau frase saja. Misalkan, ketika Kamu kalimat berikut “Membangun Cinta Terhadap Passion” maka Kamu cukup menuliskannya “Mencintai Passion” atau “Cintai Passion”

Mencatat dengan metode mindmap mungkin menghabiskan waktu sedikit lebih lama dari mencatat linear, selain itu juga melibatkan otak Kamu secara aktif.

Tetapi, hasil yang kita dapat dari metode ini sangatlah baik dan jauh lebih berharga dari usaha kita di awal. Demikian tips singkat untuk membuat mindmap yang menarik dan efektif. Kamu bisa mempraktekknya dari sekarang.

Kesimpulan

Lain kali ketika kamu membaca buku, atau menonton video, ingat ini,

  • Mendengar dan membaca hanyalah kegiatan mendengar dan membaca. Tidak lebih.
  • Hal di atas bukan sebuah pembelajaran yang sebenarnya.
  • Pembelajaran sebenarnya berasal ketika kita membuat kesalahan.
  • Kesalahan terjadi ketika kamu praktek.
  • Inilah cara agar bisa mendapatkan dan menyerap 90% dari apa yang kamu pelajari.

source: bacakilat.com

One thought on “Cara Pintar Agar 90% Pengetahuan Yang Telah Kamu Pelajari Agar Tidak Hilang Begitu Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s